Gaza Kehilangan Sepersepuluh Penduduknya dalam Gelombang Agresi Israel

- Selasa, 03 Februari 2026 | 21:25 WIB
Gaza Kehilangan Sepersepuluh Penduduknya dalam Gelombang Agresi Israel

Skala kehancurannya benar-benar di luar nalar. Statistik resmi Gaza mencatat Israel menjatuhkan lebih dari 200.000 ton bahan peledak. Bayangkan saja. Itu adalah tingkat kekuatan penghancur yang belum pernah disaksikan sebelumnya di wilayah yang begitu padat penduduknya.

Dampaknya merembet ke segala hal, bahkan ke kehidupan yang paling dasar: kelahiran. Munir al-Barsh, Direktur Kementerian Kesehatan Gaza, pernah menyebutkan bahwa sepanjang 2025 hanya sekitar 50.000 anak yang lahir di sana. Jumlah itu turun 11 persen dibanding masa sebelum perang. Penyebabnya jelas: kondisi kesehatan yang ambruk, gizi buruk, dan kehidupan sehari-hari yang nyaris mustahil dijalani di bawah pengepungan dan agresi yang berkepanjangan.

Korban tidak hanya berjatuhan karena bom atau peluru. Ratusan pasien dan warga lanjut usia meninggal secara diam-diam. Mereka menjadi korban sistem kesehatan yang kolaps, kelangkaan obat-obatan yang akut, dan dampak tak langsung dari sebuah perang yang melumpuhkan semua sendi kehidupan. Organisasi hak asasi manusia telah mendokumentasikannya dengan baik.

Semua temuan ini semakin menguatkan kecaman dunia terhadap Israel. Negara itu dituding telah melanggar hukum humaniter internasional dan Konvensi Jenewa secara sistematis. Di tengah penderitaan anak-anak, perempuan, dan para lansia di Gaza, dunia internasional seperti diingatkan lagi pada sebuah pertanyaan mendasar: seberapa sungguh-sungguh komitmen global untuk menegakkan keadilan dan melindungi warga sipil dari teror perang?


Halaman:

Komentar