“Komitmen Presiden yang pertama ingin benar-benar berjuang di dalam Dewan Perdamaian ini untuk kemerdekaan Palestina secara utuh dan berdaulat secara penuh,” kata Anwar menjelaskan.
Tak cuma janji. Anwar juga menyinggung soal ‘jalan keluar’. Presiden disebut membuka opsi untuk menarik diri dari BoP jika nantinya kebijakan yang diambil justru merugikan Palestina.
“Kan ada janji kalau memang tidak bermaslahat akan keluar. Nah itu dia,” tegasnya.
Memang, diakui Anwar, awalnya MUI sempat menyuarakan kritik. Tapi kritik itu sifatnya prinsipil, sekadar mengingatkan agar pemerintah benar-benar mempertimbangkan maslahat dan mudharat-nya.
“Kita memang mengkritik kalau memang tidak maslahat,” pungkasnya.
Jadi, dukungan ini datang setelah ada penjelasan dan janji dari pihak istana. Sekarang, semua mata tertuju pada langkah konkret berikutnya.
Artikel Terkait
Bupati Bone Luncurkan Bus Sekolah untuk Tingkatkan Keselamatan dan Ringankan Biaya Transportasi Pelajar
Jokowi: Makna Lebaran adalah Kesabaran dan Saling Memaafkan
Tiran Group Gelar Salat Id dan Santunan di Makassar, Pererat Kebersamaan
Mentan Amran Rayakan Idulfitri dan Dengarkan Aspirasi Warga di Kampung Halaman Bone