Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati. Menurutnya, inisiatif seperti ini sangat membantu mempercepat pelayanan. Ia berharap, dengan penglihatan yang pulih, masyarakat bisa tetap produktif di usia senja.
Data dari PERDAMI menguatkan urgensi program semacam ini. dr. Rizal A. Fanany dari DPBK PERDAMI Pusat memaparkan angka yang cukup mencengangkan.
Namun begitu, apresiasi paling menyentuh justru datang dari para penerima manfaat. Seperti Samdi (59), warga Bandung yang matanya berkabut selama enam bulan.
Raut bahagia Samdi mungkin adalah gambaran nyata dari dampak program yang telah berjalan sejak 2011 ini. Irwan Hidayat menyebut, total sudah 57 ribu mata yang tertolong. “Bukan pasang mata, ya,” selorohnya. “Selama itu kami selalu bekerja sama dengan PERDAMI.”
Komitmen Sido Muncul rupanya tak berhenti di katarak. Mereka juga punya serangkaian program CSR lain, dari operasi bibir sumbing hingga penanganan stunting. Tapi untuk hari itu, di RS Maranatha, fokusnya adalah mengusir kabut dari mata dua ratus orang, satu demi satu.
Artikel Terkait
Kilas Balik 22 Maret: Dari Arca Buddha Zamrud hingga Letusan Gunung Redoubt
Dortmund Bangkit dari Ketertinggalan Dua Gol untuk Kalahkan Hamburg
AC Milan Tundukkan Torino 3-2 dalam Laga Sengit di San Siro
Tiga Anak di Jombang Terluka Parah Akibat Petasan Rakitan, Satu Harus Diamputasi