Israel Jatuhkan 153 Ton Bom di Gaza, Netanyahu Bangga Langgar Gencatan Senjata
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kebanggaannya atas pelanggaran gencatan senjata di Gaza dengan serangan brutal yang menewaskan sedikitnya 44 orang dalam satu hari. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam pidato pembukaan sidang parlemen Knesset.
Serangan Massive Israel di Tengah Gencatan Senjata
Dalam pidatonya, Netanyahu mengungkap fakta mengejutkan bahwa pasukannya menyerang Gaza menggunakan 153 ton bom pada hari Minggu (19/10/2025). Serangan ini terjadi meskipun gencatan senjata seharusnya masih berlaku.
Reaksi Oposisi dan Kondisi Korban
Netanyahu menghadapi interupsi berulang kali dari anggota parlemen oposisi yang memprotes kebijakan pemerintahannya. Sementara itu, Kantor Media Gaza melaporkan Israel telah melakukan 80 kali pelanggaran gencatan senjata sejak 10 Oktober.
Total korban tewas mencapai 97 warga, dengan 44 diantaranya tewas hanya dalam sehari. Sebanyak 230 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan ini.
Penyebab dan Bantahan dari Berbagai Pihak
IDF menuduh Hamas menyerang pasukannya di Rafah dengan roket anti-tank yang menyebabkan dua tentara tewas. Namun, Hamas membantah keras melakukan serangan tersebut dan menegaskan komitmennya terhadap perjanjian gencatan senjata.
Korban Konflik Israel-Gaza yang Terus Berlanjut
Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 68.200 orang dan melukai lebih dari 170.200 lainnya, menunjukkan eskalsasi konflik yang tidak kunjung mereda.
Artikel Terkait
TASPEN Bayarkan Manfaat Kematian Ahli Waris ASN Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi
Tugu Insurance Cetak Laba Bersih Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
Menkeu Purbaya Akan Berangkat Haji 21 Mei 2026, Sisipkan Doa Khusus agar Ekonomi Indonesia Makin Kuat
Pemerintah Siapkan Stimulus Baru, Insentif Mobil dan Motor Listrik Mulai Juni 2026