Untuk urusan teknis pengambilan darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika turun tangan. Kerja sama ini memastikan semua prosedur berjalan aman dan steril.
Pada intinya, kegiatan ini adalah bukti nyata kepedulian Persit Cabang XXXV. Di usia ke-80 ini, mereka memilih untuk berbagi kehidupan secara harfiah lewat setetes darah. Kontribusi seperti ini sangat krusial, terutama untuk menjaga ketersediaan stok darah di wilayah Mimika yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat.
“Ini bentuk bakti kami yang paling sederhana, tapi semoga sangat berarti bagi yang membutuhkan,” ujar salah seorang peserta, sambil menekan kapas di lengannya.
Memang, merayakan usia dengan cara memberi, rasanya punya makna yang jauh lebih dalam.
Artikel Terkait
Harga Emas Batangan di Pegadaian Masih Stabil di Awal Pekan
Hiu Penjemur Raksasa Muncul di Perairan Dekat Pelabuhan Makassar
Parang Berdarah di Pangkep, Kerabat Bertengkar Usai Minum Ballo
Polisi Hentikan Avanza Modifikasi Angkut 12 Penumpang Plus Motor di Atap Saat Mudik