Proses penyaringan ini nggak main-main. Lebih dari 500 pengacara dan peninjau dilibatkan. Kantor Kejaksaan di Distrik Selatan New York punya prosedur ketat untuk memastikan identitas korban tidak bocor, sesuai perintah pengadilan.
Penyuntingan hanya dilakukan untuk satu tujuan: melindungi korban dan keluarganya. Gambar-gambar eksplisit disamarkan, karena semua perempuan di dalamnya dianggap sebagai korban. Tapi, ada satu hal yang mencolok: nama tokoh terkenal atau politisi tidak disensor dalam dokumen yang dirilis.
Waspada, Bisa Saja Ada yang Palsu
DOJ juga ngasih peringatan. Sebagian materi mungkin berisi dokumen, gambar, atau video palsu. Kenapa? Soalnya, semua laporan yang pernah dikirim masyarakat ke FBI entah itu valid atau tidak ikut dimasukkan ke arsip.
Beberapa dokumen bahkan memuat tuduhan tidak benar terhadap Donald Trump yang dikirim ke FBI jelang Pemilu 2020. DOJ dengan tegas bilang klaim itu nggak berdasar dan sepenuhnya palsu.
Mau Lihat?
Buat yang penasaran, surat resmi DOJ ke Kongres bisa diakses di situs mereka. Seluruh arsip Epstein Files juga tersedia untuk publik lewat laman resmi Departemen Kehakiman.
Rilis terbaru ini diperbarui per 1 Februari 2026, dan berada di bawah tanggung jawab Office of the Deputy Attorney General.
Artikel Terkait
Kebocoran Data Kominfo: CV dan Ijazah Ribuan Pelamar Terbuka untuk Publik
Pemilik Toko Jadi Tersangka Usai Tangkap Maling Sendiri
Randu Alas Raksasa di Tuksongo Tumbang, Sisa Batangnya Dijadikan Monumen
Ledakan Molotov Guncang SMP di Kubu Raya, Pelaku Diduga Siswa Internal