Sidang tuntutan untuk Perdana Arie Putra Veriasa akhirnya ditunda. Padahal, agenda di Pengadilan Negeri Sleman, Selasa (3/2) itu seharusnya adalah momen jaksa membacakan tuntutan kasus pembakaran tenda Polda DIY saat demo akhir Agustus 2025 lalu.
Ruang sidang sudah mulai ramai sejak terdakwa masuk sekitar pukul 11.39 WIB. Enam menit kemudian, persidangan resmi dibuka. Namun, suasana yang sudah dibangun itu langsung buyar. Jaksa Penuntut Umum, Bambang Prasetyo, mengajukan permohonan penundaan kepada majelis hakim.
“Tuntutan belum siap, mohon izin untuk ditunda,” ucap Bambang di hadapan hakim.
Permintaan itu langsung dikabulkan. Majelis hakim memutuskan sidang baru akan dilanjutkan pekan depan, tepatnya Selasa (10/2), dengan agenda yang sama: pembacaan tuntutan.
Sebelum semua ini terjadi, Arie sempat menunjukkan sikapnya. Ia mengenakan kaus putih dengan tulisan tegas ‘Jangan Takut Menjadi Aktivis’. Beberapa kali ia mengepalkan tangan kiri, mengulang-ulang kalimat yang sama seperti pada bajunya.
“Jangan takut jadi aktivis,” serunya, di hadapan para pendukung yang memadati ruang sidang.
Artikel Terkait
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss
Paus Leo XIV Desak Penghentian Konflik Timur Tengah, Sebut Penderitaan sebagai Skandal