Perkataan itu ia sampaikan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Senin lalu. Saat itu, ia sedang memimpin Rakornas pemerintah pusat dan daerah.
Di sisi lain, Prabowo juga punya alasan sentimental. Ia memuji Bogor sebagai kota yang sangat indah, bahkan mengingatkan bahwa Bung Karno pun dulu lebih memilih tinggal di sini daripada di Jakarta.
"Bogor itu dulu kota paling indah. Bung Karno lebih senang di Bogor daripada di Jakarta. Dari dulu aku pengin tinggal di Bogor, akhirnya jadi presiden tinggal di Bogor," katanya tersenyum.
Namun begitu, kekaguman itu tidak menutupi kekesalannya. Presiden pun punya pesan khusus untuk pemda. Ia minta agar pemerintah daerah tidak hanya menertibkan, tapi juga mengajak dialog para pengusaha.
"Saudara-saudara, terlalu banyak spanduk, baliho, iklan. Tolong ditertibkan, ajak bicara Kadin, Hipmi, asosiasi pengusaha, bicara sama mereka," pinta Prabowo menegaskan.
Permintaan itu rupanya langsung ditangkap sebagai instruksi. Dan dalam hitungan jam, Satpol PP Bogor sudah bergerak. Sekarang, tinggal menunggu apakah pemandangan serupa akan kembali muncul, atau ada solusi lebih permanen yang dihasilkan dari dialog yang diminta presiden.
Artikel Terkait
Persit Mimika Rayakan 80 Tahun dengan Setetes Darah untuk Sesama
Dokumen Epstein Buka Luka Lama, Dharma Pongrekun Dapat Permintaan Maaf Massal
BNPB Soroti Longsor sebagai Ancaman Fatal di Tengah Dominasi Bencana Hidrometeorologi 2025
Anggota DPR Soroti Maraknya Whip Pink, Gas Tertawa yang Disalahgunakan untuk Nge-fly