Turis Jerman Kecewa, Pantai Kuta Tenggelam dalam Sampah

- Selasa, 03 Februari 2026 | 12:48 WIB
Turis Jerman Kecewa, Pantai Kuta Tenggelam dalam Sampah

Di sisi lain, pemda setempat punya penjelasan. IB Gede Arjana, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung, menyebut ini fenomena musiman. Sudah biasa terjadi setiap musim barat, yang berlangsung dari November hingga Maret.

Arjana menegaskan, sampah-sampah itu kebanyakan kiriman dari luar Bali. Terbawa arus ombak dan akhirnya terdampar di pesisir Kuta.

Meski ratusan petugas dikerahkan tiap hari untuk berjibaku membersihkan, mereka tetap kewalahan. Volumenya terlalu besar dan datang terus-menerus.

"Kalau ditanya apakah tenaga kami cukup? Jelas masih kurang," akunya. "Volume sampah ini sangat tinggi. Kami kewalahan, belum lagi ditambah urusan sampah perkotaan dan desa."

Proses penanganannya berlapis. Sampah yang terkumpul dipilah dulu. Yang organik dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu. Sementara plastik dan sejenisnya berakhir di TPA Suwung.

Untuk sampah kayu, ada penanganan khusus. "Kayu-kayu kami potong dan akan dibawa ke mesin woodchipper di Mengwitani," jelas Arjana. "Hasil cacahannya bisa untuk kompos atau media tanam. Alatnya sudah kami siapkan."

Jadi, di balik pemandangan yang mengganggu itu, ada pertarungan harian yang melelahkan. Antara petugas kebersihan dan gunungan sampah yang seolah tak ada habisnya.


Halaman:

Komentar