Dokumen Epstein Bocor, Terkuak Koneksi Trump hingga Putri Mahkota Norwegia

- Selasa, 03 Februari 2026 | 08:54 WIB
Dokumen Epstein Bocor, Terkuak Koneksi Trump hingga Putri Mahkota Norwegia

Tak ketinggalan, Pangeran Andrew. Dokumen terbaru ini memberikan lebih banyak detail tentang kehadirannya di berbagai acara yang diadakan Epstein.

Lalu, Bagaimana dengan Trump?

Nama Trump sendiri muncul dalam ratusan dokumen. Meski begitu, sebagian besarnya ternyata adalah kliping berita media lama. Salah satu berkas berisi email internal penyelidik federal yang membahas tuduhan terhadap Trump terkait Epstein. Namun, email itu justru menyimpulkan bahwa beberapa klaim dinilai tidak kredibel dan tidak ada bukti kejahatan yang terbukti.

Trump sendiri berulang kali menegaskan bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang aktivitas kriminal Epstein. Pengungkapan dokumen ini sebenarnya adalah janji kampanyenya, meski sempat tertunda. Pemerintahnya menegaskan, banyak dari materi yang dirilis penuh dengan klaim sensasional dan tidak benar tentang dirinya.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyatakan rilis kali ini adalah tahap akhir dari proses publikasi dokumen Epstein oleh pemerintahan Trump.

Guncangan untuk Kerajaan Norwegia

Di sisi lain, gelombang dokumen ini menimbulkan badai tersendiri bagi keluarga kerajaan Norwegia. Putri Mahkota Mette-Marit terpaksa minta maaf publik setelah namanya disebut lebih dari seribu kali dalam berkas-berkas itu. Situasi ini makin pelik karena muncul tepat sebelum sidang pemerkosaan yang menjerat putranya di Oslo.

Dokumen menunjukkan korespondensi pribadi antara Mette-Marit dan Epstein antara 2011 hingga 2014. Isinya beragam, dari percakapan ringan hingga yang agak mengganggu. Dalam satu email, misalnya, dia bertanya apakah pantas memberi anak lelakinya yang berusia 15 tahun wallpaper bergambar dua perempuan telanjang dengan papan selancar. Di kesempatan lain, dia menyebut Epstein "sangat menawan".

Yang cukup mencolok, dia bahkan sempat menginap empat hari di rumah Epstein di Florida pada 2013 padahal saat itu Epstein sudah menjadi terpidana kasus prostitusi anak.

Dia mengaku tidak cukup hati-hati mengecek latar belakang Epstein. Ironisnya, sebuah email dari 2011 justru menunjukkan bahwa dia pernah "meng-google" Epstein dan menemukan hasil yang "tidak terlihat terlalu bagus". Entah mengapa, itu tidak menghentikannya. Istana mengatakan, baru pada 2014 Mette-Marit memutus kontak, karena merasa Epstein mencoba memanfaatkan status kerajaannya.


Halaman:

Komentar