Selain teka-teki intelijen, dokumen tersebut juga menyoroti hubungan bisnis. Narasinya mengungkap transaksi properti antara Hary Tanoe dan Donald Trump yang dalam dokumen disebut sebagai Presiden AS saat itu di kawasan Beverly Hills yang mewah.
Beberapa poin penting yang mencuat:
- Hary disebut membeli rumah pribadi Trump di Beverly Hills.
- Transaksi itu dinilai tidak biasa. Dokumen mencatat rumah itu dibeli dengan harga yang "menggelembung" (inflated), jauh di atas harga pasaran.
- Ada juga keterlibatan Hary dalam proyek pengembangan hotel milik Trump.
Rincian ini menambah dimensi lain dari hubungan keduanya, yang tampaknya lebih dari sekadar kenalan biasa.
Antara Spekulasi dan Keheningan Resmi
Gara-gara dokumen ini, keluarga Tanoesoedibjo kembali jadi sorotan. Beberapa warganet bahkan mulai mengaitkannya dengan kasus lama: dugaan korupsi bansos beras 2020 yang melibatkan kakak Hary, Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudi Tanoe.
Hingga detik ini, suasana masih diwarnai keheningan. Belum ada klarifikasi atau tanggapan resmi sama sekali dari pihak Hary Tanoesoedibjo maupun MNC Group. Mereka memilih diam.
Padahal, publik jelas menunggu penjelasan. Tanpa itu, spekulasi akan terus berkecamuk, makin liar, dan makin sulit dibendung. Semuanya masih menggantung, menunggu kata-kata yang mungkin akan datang, atau mungkin juga tidak.
Artikel Terkait
Di Balik Senyum Kampus: Saat Kekuatan Lahir dari Keberanian untuk Lelah
Rindu yang Tertinggal di Stasiun Bandung
Tembak-Menembak di Yahukimo, Sopir Pikap Nyaris Jadi Sasaran
AS dan Iran Siap Berunding di Istanbul di Tengah Ketegangan yang Meningkat