Senin siang yang terik di Kecamatan Alian, Kebumen, berubah menjadi momen kelam. Seorang anggota Satpol PP, AA, tewas setelah dibacok saat mencoba mengevakuasi seorang warga dengan gangguan jiwa. Korban tak selamat dari lukanya.
Kejadiannya sekitar pukul dua siang. AA bersama tim gabungan datang ke rumah Ruwadi, sang ODGJ. Mereka di sana untuk membantu Puskesmas Alian melakukan evakuasi. Selain AA, ada juga tiga polisi dari Polsek Alian, dua anggota Koramil, empat rekannya dari Satpol PP, perwakilan desa, dan bahkan keluarga pelaku sendiri. Upaya itu awalnya terlihat sebagai operasi kemanusiaan.
Namun begitu, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat. Ruwadi tiba-tiba keluar dari rumahnya. Di tangannya, bukan senjata biasa. Dia membawa sabit, linggis, dan sebuah pisau daging yang diselipkan di pinggang. Niatnya jelas: melawan.
Kekacauan pun terjadi saat petugas berusaha membawanya ke ambulans yang sudah menunggu. Ruwadi mengamuk. Sabit dan linggis diayunkan ke arah siapa saja yang mendekat. Petugas berupaya melucuti, tapi sia-sia. Malah, AA yang menjadi sasaran. Dia dikejar, lalu sabit itu mendarat, menyayat tubuhnya.
Dengan kondisi kritis, AA secepatnya dilarikan ke RS Jenderal Soedirman Kebumen. Sayangnya, upaya medis selama setengah jam tak cukup menyelamatkannya. Dia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit.
Artikel Terkait
Rindu yang Tertinggal di Stasiun Bandung
Tembak-Menembak di Yahukimo, Sopir Pikap Nyaris Jadi Sasaran
AS dan Iran Siap Berunding di Istanbul di Tengah Ketegangan yang Meningkat
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi