Akibat kejadian ini, aktivitas belajar mengajar tatap muka terpaksa dihentikan sementara. Para siswa akan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setidaknya untuk satu minggu ke depan. Langkah ini diambil demi keamanan.
Durohyani, salah seorang guru kelas 6, mengaku tetap akan memastikan anak-anak didiknya mendapatkan materi pelajaran.
"Saya tetap memberikan materi sekolah ke anak-anak biarpun online. Lebih baik siswa belajar di rumah dibandingkan membahayakan siswa kami," katanya.
"Siswa tetap mendapatkan tugas dan materi belajar seperti biasa. Insyaallah anak-anak masih semangat belajar," tambah Durohyani dengan penuh harap.
Meski belajar dari rumah, ada satu hal yang tidak berubah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa dan guru tetap berjalan. Dumuroh menegaskan hal itu adalah hak mereka.
"Iya, siswa dan guru tetap menerima MBG. Walaupun mereka sedang melakukan pengajaran daring. Mereka bisa mengambil langsung ke sekolah, atau pun pihak orang tua juga dapat mengambil untuk anak-anaknya," pungkas Dumuroh.
Artikel Terkait
Rindu yang Tertinggal di Stasiun Bandung
Tembak-Menembak di Yahukimo, Sopir Pikap Nyaris Jadi Sasaran
AS dan Iran Siap Berunding di Istanbul di Tengah Ketegangan yang Meningkat
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi