Di tengah hiruk-pikuk Jakarta, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyuarakan alarm peringatan. Ancaman yang ia soroti bukan main-main: virus Nipah. Menurutnya, kewaspadaan ekstra mutlak diperlukan untuk mencegah virus mematikan itu menyentuh tanah air.
Benyamin mengingatkan, wabah ini sudah lebih dulu muncul di India. "Kasusnya muncul sejak September tahun lalu," ujarnya.
"Ada dua kasus di India, tapi India tahu bahwa itu sangat infeksius dan mematikan."
Pernyataan itu ia sampaikan di sekitar Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (2/2) lalu. Dari situ, ia menggambarkan respons cepat otoritas India. Begitu terdeteksi, langkah tegas langsung diambil. Mereka tak main-main, memberlakukan lockdown yang ketat untuk mengurung penyebaran.
"Tapi virus Nipah itu langsung mereka memberlakukan lockdown kencang supaya jangan sampai lepas," jelas Benyamin.
Artikel Terkait
Bencana 2026: Alarm Terakhir untuk Pendidikan Ekologi
Di Balik Trauma Child Grooming: Ancaman Bunuh Diri dan Diamnya Orang Tua
Investasi TaniHub Berujung Dakwaan: Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Dokumen Epstein Bocor, Tautan Indonesian CIA dan Transaksi Properti dengan Trump Mengarah ke Hary Tanoe