Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Syaikhona Kholil
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, yang akrab disapa Gus Jazil, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam. Apresiasi ini ditujukan atas keputusan pemerintah menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Gus Jazil menegaskan bahwa kedua tokoh ini adalah sosok besar dengan jasa yang luar biasa bagi bangsa dan negara. Kontribusi mereka sangat menonjol dalam bidang keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Menurutnya, penganugerahan ini merupakan bentuk pengakuan resmi negara atas perjuangan mereka dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan persatuan bangsa.
Peran Penting KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan
Gus Jazil menjelaskan lebih lanjut tentang sosok KH Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan. Beliau digambarkan sebagai ulama besar yang menjadi guru para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU), termasuk KH Hasyim Asy'ari. Pemikiran dan perjuangan Syaikhona Kholil telah melahirkan generasi ulama dan santri yang memainkan peran sentral dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia.
Warisan Pemikiran dan Perjuangan Gus Dur
Sementara itu, Gus Dur dikenang sebagai tokoh pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan sejati. Perjuangannya tidak hanya membela umat Islam, tetapi juga membela seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan latar belakang agama, suku, ataupun golongan. Gus Jazil menyebut Gus Dur sebagai simbol keberanian moral dan teladan dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan serta demokrasi. Beliau bukan hanya milik warga Nahdlatul Ulama, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.
Inspirasi bagi Generasi Penerus Bangsa
Momentum pemberian gelar pahlawan nasional ini dinilai sangat penting. Gus Jazil berharap peristiwa ini dapat menjadi pengingat bagi generasi muda untuk meneladani semangat perjuangan dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh kedua tokoh besar tersebut. Semangat perjuangan Gus Dur dan Syaikhona Kholil diharapkan terus menginspirasi generasi penerus dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menegakkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat.
Pemerintah, melalui Presiden Prabowo, menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh. Selain Gus Dur dan Syaikhona Kholil, daftar penerima penghargaan ini juga termasuk Presiden RI kedua Soeharto, pahlawan buruh Marsinah, dan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja. Tokoh lainnya adalah Rahmah El Yunusiyyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Tuan Rondahaim Saragih, serta Zainal Abidin Syah dari Provinsi Maluku Utara.
Artikel Terkait
Sassuolo Hajar Verona 3-0, Jay Idzes Jadi Pilar Pertahanan
FIFA dan UEFA Dilaporkan ke Mahkamah Pidana Internasional Soal Klub di Permukiman Disengketakan
Jadwal Imsak Makassar 21 Februari 2026 Pukul 04:42 WIB
Jadwal Imsak dan Salat Kota Jambi untuk 3 Ramadan 1447 H