Malam pergantian tahun di Desa Selamat, Aceh Tamiang, ternyata tak semeriah rencana. Rabu (31/12) malam itu, bukannya sorak-sorai, yang terdengar justru derasnya hujan dan desisan air yang mulai merayap masuk ke dalam rumah. Banjir datang mendadak, menggenangi kawasan permukiman dan mengubah suasana perayaan menjadi malam penuh kewaspadaan.
Namun begitu, kabar baiknya datang keesokan harinya. Genangan air yang sempat membuat resah warga itu telah berangsur-angsur surut. Situasi perlahan kembali normal.
Menurut penjelasan Agusliayana Devita, juru bicara pemerintah kabupaten setempat, penyebabnya cukup jelas. Curah hujan yang begitu tinggi ternyata tak sanggup ditampung oleh sistem drainase yang ada.
"Air sempat naik dan menggenangi rumah warga saat hujan lebat di malam Tahun Baru, namun saat ini kondisinya sudah surut,"
kata Agusliayana ketika dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut.
Ia melanjutkan, persoalan saluran air menjadi titik krusial. Di beberapa lokasi, saluran itu bahkan tidak ada sama sekali. Di tempat lain, fungsinya sudah tidak optimal. Akibatnya, air hujan yang tak tertampung itu pun meluap begitu saja ke jalan dan pekarangan rumah penduduk.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang pun tak tinggal diam. Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Cuaca masih bisa berubah-ubah, dan potensi hujan lebat masih mengintai dalam beberapa hari ke depan. Kesiapsiagaan, kata mereka, adalah kunci utama.
Artikel Terkait
196 Kontingen Sulsel Diberangkatkan ke Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat
Harga Emas Antam Stabil di Rp2,729 Juta per Gram, Buyback Tak Berubah
Polri Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Provinsi yang Dikendalikan Napi Lapas Purwakarta
Prabowo Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam, Menag Ajak Umat Perkuat Persaudaraan dan Toleransi