“Ini menunjukkan bahwa Bapak Presiden sangat terbuka untuk berdiskusi, bahkan terhadap isu-isu strategis dan sensitif,”
tegasnya.
Namun begitu, ada satu pernyataan politik yang cukup mencolok dari Said Didu pascapertemuan. Ia menyatakan sikapnya akan beroposisi. Tapi bukan terhadap pemerintah. Oposisinya ditujukan kepada kelompok-kelompok yang dianggapnya menghalangi agenda pengembalian kedaulatan di berbagai bidang politik, ekonomi, hukum, sumber daya alam, dan wilayah yang katanya telah direbut oleh oligarki.
“Kami akan beroposisi kepada pihak-pihak yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan negara dan rakyat,”
jelasnya.
Di akhir perbincangan, Said Didu menyampaikan apresiasi. Ia berterima kasih atas kesediaan Presiden Prabowo untuk menerima dan berdialog secara terbuka.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo atas penerimaannya dan kesediaannya berdiskusi dengan kami,”
tutupnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Usul Larangan HP untuk Anak, Buka Kisah Pilu Korban Grooming
Wamenkes: Virus Nipah Mengintai, Indonesia Harus Siaga Penuh
Gapruk dan Kebebasan: Kisah Awan, Pemulung yang Lebih Takut Dikurung daripada Dihina
Surat Tanah Lawas Tak Berlaku Lagi, Ini Daftar Lengkapnya