Gelombang baru upaya pemakzulan kembali menerpa Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte. Kali ini, sejumlah tokoh masyarakat sipil dan koalisi sayap kiri yang mengajukan keluhan resmi ke parlemen di Manila, Senin lalu. Tuduhannya berat: penyalahgunaan dana publik dan yang lebih sensasional ancaman pembunuhan terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Ini jelas menghidupkan kembali proses yang sempat mati suri. Ingat, tahun lalu Mahkamah Agung Filipina sudah menghentikan langkah serupa. Namun begitu, para penggugat tak menyerah.
Dua pengaduan itu intinya menyorot dua hal. Pertama, soal anggaran yang dikelola Sara saat masih menjabat Menteri Pendidikan. Kedua, adalah tuduhan lama yang tak kunjung reda: bahwa ia pernah mengancam nyawa Marcos. Tuduhan yang sudah berulang kali dibantah habis-habisan oleh pihaknya.
Menariknya, waktu pengajuan ini bukan kebetulan. Ia bertepatan dengan dimulainya sidang DPR yang justru membahas pengaduan impeachment terhadap Presiden Marcos sendiri. Marcos dituding korupsi dalam proyek pengendalian banjir fiktif yang nilainya membengkak luar biasa. Jadi, suasana politik di Manila sedang panas-panasnya.
“Sudah saatnya Wakil Presiden Sara dimintai pertanggungjawaban,”
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Beberkan Alasan Kliennya Ditahan dalam Kasus Penganiayaan di Acara Maulid Tangerang
MK Tegaskan Independensi BPKN dalam Putusan Terbaru
Badan Gizi Nasional Siap Berlakukan Sistem Akreditasi untuk Ribuan SPPG
Kesalehan di Era Digital: Antara Dakwah dan Pertunjukan Visual