Alissa Wahid: Dewan Perdamaian Trump Bukan Jalan Menuju Kemerdekaan Palestina
YOGYAKARTA Inisiatif Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump mendapat penolakan tegas dari Alissa Wahid. Direktur Jaringan Gusdurian Indonesia ini menilai langkah itu bukan solusi, melainkan jalan buntu bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Menurutnya, di balik kemasan perdamaian itu, terselip dominasi politik kekuatan global yang nyata.
“Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” katanya dengan lugas.
Pernyataan sikapnya itu disampaikan di Yogyakarta, awal Februari lalu. Alissa meyakini, Board of Peace sejak awal tidak pernah dirancang untuk menjamin kemerdekaan dan hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa Palestina.
Dewan yang diluncurkan Trump di sela Forum Ekonomi Dunia Davos akhir Januari itu diklaim sebagai upaya penyelesaian pendudukan Israel dan pembangunan Gaza. Beberapa negara, termasuk Indonesia, disebut ikut bergabung.
Namun begitu, Alissa melihat masalah mendasar. Inisiatif ini, menurutnya, sarat dengan kepentingan sepihak Amerika Serikat dan mengabaikan prinsip keadilan internasional yang paling dasar.
“Tidak ada satu pun wakil Palestina yang dilibatkan di dalam dewan ini,” ujarnya.
Ia mempertanyakan, bagaimana mungkin rancangannya disusun tanpa konsultasi dengan bangsa yang justru menjadi korban pendudukan?
Di sisi lain, ketiadaan mandat hukum internasional yang jelas juga jadi persoalan. Alissa khawatir, upaya yang cenderung melemahkan mekanisme resmi PBB ini justru berpotensi melahirkan keputusan tidak transparan. Semuanya, kata dia, hanya akan mengikuti arus kepentingan geopolitik Washington.
Artikel Terkait
PGRI Protes: Mengapa Hanya Guru yang Dijuluki Honorer?
Foto Palsu Zohran Mamdani dan Epstein: Hoaks yang Diperparah Kebencian Sektarian
Di Tengah Gelap dan Dingin Perang, Warga Kiev Menari di Atas Sungai Beku
Pria di Blora Terancam 1,5 Tahun Penjara Usai Tewaskan Kucing dengan Tendangan