Lima tahun kemudian, langit justru memberikan pencerahan. Ilmuwan AS, James Van Allen, menemukan sesuatu yang monumental: sabuk radiasi yang mengelilingi Bumi. Sabuk Van Allen, namanya kemudian, adalah zona partikel bermuatan yang terperangkap medan magnet planet kita.
Temuan ini menjelaskan fenomena aurora yang memesona. Tapi di balik keindahannya, sabuk ini berbahaya bagi satelit dan elektronik di luar angkasa.
Kebetulan yang menarik, di tahun dan hari yang sama 1958 Amerika Serikat meluncurkan Explorer 1. Satelit pertama mereka ini sukses mendeteksi sabuk radiasi Van Allen. Peluncurannya menjadi jawaban atas Sputnik milik Uni Soviet, sekaligus membuka babak baru persaingan antariksa.
Eksplorasi ruang angkasa memang penuh risiko. Sebelum manusia dikirim, hewan menjadi pionir. Pada 31 Januari 1961, seekor simpanse bernama Ham diluncurkan dengan kapsul Project Mercury.
Misi Ham berhasil. Dia menjadi primata pertama yang pergi ke luar angkasa dan kembali ke Bumi dengan selamat. Perjalanan singkatnya membuka jalan bagi misi berawak manusia. Ham menghabiskan sisa hidupnya di kebun binatang hingga wafat pada 1983, dikenang sebagai pahlawan kecil dalam sejarah antariksa.
Jadi, itulah sekelumit cerita di balik tanggal 31 Januari. Dari pendirian organisasi keagamaan terbesar, bencana alam yang memilukan, hingga lompatan-lompatan sains yang mengubah cara kita memandang langit. Semuanya tertoreh dalam satu hari di kalender.
Artikel Terkait
Gus Yahya Tegaskan Visi NU Sejalan dengan Semangat Proklamasi
Gus Yahya Tegaskan Visi NU Sebagai Jiwa Republik di Harlah Satu Abad
Jokowi Pasang Kuda-kuda, Prabowo-Gibran Dua Periode Jadi Target Ketiga
Jalan Lintas Aceh Tengah–Bener Meriah Amblas, Tanah Bergerak Sejak 2002