Selama dialog, Gibran menyerap banyak keluhan. Kebutuhan mendesak ternyata banyak. Tak cuma meja kursi untuk siswa, tapi juga perangkat seperti laptop dan seragam dinas bagi guru. Bahkan alat administrasi sederhana seperti komputer dan printer pun jadi barang langka. Semua hal mendasar itu hilang diterjang banjir.
Sebelum berpamitan, Gibran memberi janji. Selain percepatan pengadaan perlengkapan, pemulihan bangunan juga akan diprioritaskan.
“Mas Wapres akan mengoordinasikan proses pemulihan secara maksimal,” tutur Edi Wahyudi lagi, menyampaikan pesan dari wakil presiden.
Kunjungan singkat itu mungkin tak langsung mengubah keadaan. Tapi setidaknya, memberi sedikit angin segar bagi warga sekolah yang sedang berjuang bangkit. Mereka butuh tindakan nyata, dan cepat.
Artikel Terkait
TAUD Desak Polisi Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
25 Kilogram Kokain Diamankan di Pesisir Selayar, Diduga Bagian Jaringan Internasional
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Pemudik dengan Asuransi Rp20 Juta
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Lingkungan, Larang Konvoi dan Petasan