Maraknya penjualan gas whip cream di platform daring kini mendapat sorotan. Yang mengkhawatirkan, siapa saja bisa membelinya dengan mudah, tanpa ada pemeriksaan khusus. Hal ini diungkapkan oleh Dokter Detektif, atau yang akrab disapa Doktif.
Menurutnya, kondisi ini berpotensi besar membahayakan masyarakat. "Gas ini saya beli sendiri secara online tanpa hambatan," ujar Doktif saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (26/01/2026).
Dari pengecekannya, produk itu tersedia dengan harga jutaan rupiah. Benar-benar gampang didapat.
Lalu, apa sih sebenarnya yang terkandung di dalamnya? Doktif menjelaskan, gas untuk krim kocok itu mengandung Nitrous Oxide atau N2O. Zat yang satu ini biasa dipakai di dunia medis sebagai bahan bius atau anestesi. Kandungannya bahkan disebut mencapai lebih dari 99 persen.
"Ini bukan mainan dan bukan untuk coba-coba," tegasnya.
Nah, di sinilah masalahnya. Penggunaan di luar pengawasan medis sangatlah berisiko. Paparan N2O bisa merusak sistem saraf pusat. Kalau dipakai berulang, efeknya bisa panjang: gangguan neurologis yang serius. Sayangnya, minimnya edukasi bikin banyak orang meremehkan bahaya ini. Tren iseng coba-coba tanpa pengetahuan medis yang memadai bisa berujung fatal.
Doktif menilai, pengawasan harus diperketat. Regulasi penjualannya perlu ditegakkan kalau ingin melindungi publik. Ia juga mendorong tenaga kesehatan untuk lebih vokal menyuarakan bahaya ini. Edukasi ke masyarakat harus masif dan terus-menerus.
"Kalau dibiarkan, dampaknya bisa luas," tuturnya.
Menutup pernyataannya, Doktif berharap pemerintah dan aparat terkait segera bertindak. Keselamatan masyarakat, menurutnya, harus jadi prioritas utama.
Artikel Terkait
Rigen Rakelna dan Indah Ningtyas Dikaruniai Anak Keempat, Beri Nama Sidrahanin Aoraki Rakelna
Clara Shinta Rujuk dengan Suami, Cabut Gugatan Cerai di Pengadilan Agama
Kuasa Hukum Dokter Oky Pratama Bantah Keterlibatan Klien dalam Kasus Buzzer di Bandung
Pengacara Nilai Permintaan Maaf Sarwendah Tak Tulus karena Tak Langsung Ditujukan ke Ruben Onsu