Jakarta Selatan dan Barat masing-masing mencatat 8 RT yang kebanjiran. Di Selatan, kawasan Pejaten Timur dan Rawajati terdampak dengan genangan yang dalam, bahkan ada yang mencapai 350 cm. Sementara di Barat, daerah seperti Kedaung Kali Angke tergenang 20-30 cm akibat luapan Kali Mookervart. Jakarta Utara juga tak luput, dengan 2 RT di Cilincing dan Marunda mengalami hal serupa.
Yang memprihatinkan, banjir ini memaksa sejumlah warga mengungsi. Di Jakarta Timur, titik pengungsian tersebar di beberapa lokasi. SDN Kampung Melayu 02, misalnya, menampung 152 jiwa dari 41 kepala keluarga. Situasi serupa terlihat di sejumlah musala dan aula di Cawang serta Bidara Cina.
Jakarta Pusat dan Barat juga membuka posko. Di Karet Tengsin, warga mengungsi di RPTRA Segas dan Aula Masjid Muhajirin. Sedangkan di Kedaung Kali Angke, Masjid Jami Al Fudhola menjadi tempat perlindungan sementara.
Di sisi lain, ada sedikit kabar baik. Genangan di Kelurahan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, dilaporkan sudah mulai surut. Meski begitu, beberapa jalan masih terpantau tergenang, seperti Jalan Pulo Raya IV di Petogogan dan Gang Langgar di Rawajati dengan ketinggian yang masih signifikan, terutama di Gang Langgar yang mencapai 180 cm.
Cuaca memang belum sepenuhnya bersahabat. Ancaman genangan masih mengintai di sudut-sudut kota. Semoga saja upaya penanganan yang dilakukan bisa membuahkan hasil, dan warga yang terdampak segera bisa kembali ke rumah mereka.
Artikel Terkait
Mahasiswa Papua Tewas Tertabrak Truk LPG Saat Manuver di Jalan Solo-Semarang
Pemerintah Pacu Rehabilitasi Sekolah di Aceh, Target Rampung 2026
Guru Besar Unair Sorot Runtuhnya Kepercayaan Akademis, Desak Jokowi Buka Ijazah
Kapolda DIY Buka Suara soal Penonaktifan Kapolresta Sleman