Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz bagi Negara yang Usir Dubes AS dan Israel

- Rabu, 11 Maret 2026 | 03:10 WIB
Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz bagi Negara yang Usir Dubes AS dan Israel

Teheran akhirnya mengambil langkah tegas. Setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu, Iran menutup akses melalui Selat Hormuz. Tapi, penutupan itu ternyata tidak mutlak. Pemerintah Iran kini mengeluarkan semacam "penawaran" khusus bagi negara-negara yang ingin kapalnya melintas di jalur minyak paling vital di dunia itu.

Lalu, apa syaratnya? Syaratnya cukup mengejutkan.

Melalui siaran televisi pemerintah IRIB, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan kebijakan barunya. Intinya, akses bebas hambatan akan diberikan kepada negara mana pun yang bersedia mengambil satu tindakan politik tertentu: mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.

"Setiap negara Arab atau negara Eropa yang mengusir Duta Besar Israel dan Amerika dari wilayahnya, akan memiliki kebebasan dan wewenang penuh untuk melewati Selat Hormuz mulai besok,"

Begitu pernyataan resmi IRGC yang dikutip sejumlah media internasional, Senin malam lalu. Pengumuman ini jelas menambah panasnya tensi di kawasan yang sudah memanas.

Memang, sejak serangan udara skala besar AS-Israel pada 28 Februari, Selat Hormuz praktis dikunci rapat. Iran tak tinggal diam, mereka membalas dengan hujan rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara Teluk yang menampung aset militer AS. Imbasnya, lalu lintas kapal di selat itu nyaris berhenti total.

Padahal, selat sempit ini bukan jalur sembarangan. Sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia dan ekspor gas alam cair global biasanya melewati titik ini. Data dari Kpler lewat platform MarineTraffic menunjukkan betapa dramatisnya penurunannya: lalu lintas kapal tanker anjlok hingga 90 persen hanya dalam seminggu.

Akibatnya bisa ditebak. Harga minyak melonjak drastis, tembus di atas angka US$ 100 per barel. Perang yang berkecamuk ini bukan cuma memacetkan Selat Hormuz, tapi juga memperlambat produksi minyak di Timur Tengah secara keseluruhan. Situasinya makin ruwet, dan tawaran dari Teheran ini ibarat menambah bensin dalam api yang sudah membara.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar