Menurut saya, pemahaman tentang rangka tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ilmu itu harus jadi pengingat bahwa tubuh punya batas. Sistem rangka yang terjaga bukan cuma untuk fisik yang fit, tapi juga menunjang kualitas belajar. Bagaimana bisa fokus kalau punggung sakit terus?
Jadi, jadi mahasiswa kesehatan itu punya tanggung jawab ganda. Tidak cuma mengerti tubuh manusia dari buku, tapi juga harus jadi contoh dalam merawat diri sendiri. Menjaga rangka adalah bentuk penghargaan pada tubuh alat utama kita dalam belajar dan nantinya, dalam praktik.
Pada akhirnya, sistem rangka mengajarkan hal yang sederhana. Ilmu kesehatan itu untuk diterapkan, bukan cuma dihafal. Dengan merawat tulang sejak masih jadi mahasiswa, kita sebenarnya sedang mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang tak hanya paham teori, tapi juga bisa merawat dirinya sendiri.
Artikel Terkait
Chiki Fawzi Dapat Closure dari Kemenhaj, Ini Alasan Pencopotannya
Polri Serap Aspirasi Publik untuk Transformasi Layanan
Malam Larut di Bandung, dan Kenangan yang Tak Kunjung Pergi
Babinsa Kemayoran Dihukum Berat Usai Insiden Penjual Es Gabus