Nah, di momen pindah itulah malapetaka terjadi. Saat melompat ke perahu, Muhidin dan seorang teman perempuannya terpleset. Sang teman berhasil selamat, tapi nasib Muhidin berbeda. Arus sungai yang deras langsung menyapunya, menghanyutkannya hingga tak terlihat.
Tim SAR gabungan lalu turun tangan. Pencarian tak mudah, mengingat kondisi perairan. Baru dua hari kemudian, sekitar 800 meter dari lokasi kejadian, jasad Muhidin berhasil ditemukan.
Adegan pilu pun menyusul. Saat proses evakuasi, adik korban yang menyaksikan langsung jenazah kakaknya terbungkus kantong mayat di atas mobil Basarnas, tak kuasa menahan gejolak perasaan. Ia jatuh pingsan di tempat.
Jenazah Muhidin kemudian diserahkan ke keluarganya. Ia disemayamkan di rumah duka sebelum akhirnya dimakamkan, mengakhiri kisah tragis yang berawal dari pesta miras di tepi sungai.
Artikel Terkait
Chiki Fawzi Dapat Closure dari Kemenhaj, Ini Alasan Pencopotannya
Polri Serap Aspirasi Publik untuk Transformasi Layanan
Malam Larut di Bandung, dan Kenangan yang Tak Kunjung Pergi
Babinsa Kemayoran Dihukum Berat Usai Insiden Penjual Es Gabus