jelasnya panjang lebar. Intinya, kombinasi antara genangan air dan beban kendaraan berat adalah musuh utama permukaan jalan di musim penghujan.
Di sisi lain, semua pekerjaan darurat ini ditangani langsung oleh petugas internal, tanpa melibatkan pihak ketiga. Mereka adalah Pasukan Kuning yang selalu siaga. “Begitu ada jalan rusak, langsung kami tindak lanjuti. Yang kerja adalah Pasukan Kuning,” pungkas Heru.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga sudah mengungkapkan hal serupa. Keputusannya untuk segera bertindak meski hujan masih sering turun didasari kondisi di lapangan yang sudah mengkhawatirkan.
“Karena kondisi curah hujan yang masih tinggi, yang awalnya pembangunan jalan itu menunggu sampai dengan curah hujan yang berkurang, tetapi tadi diputuskan akhirnya karena beberapa jalan sudah mulai berlubang perlu penanganan sehingga Dinas Bina Marga disetujui untuk segera melakukan penanganan menambal ataupun membuat memperbaiki jalan-jalan yang ada di Jakarta,”
kata Pramono.
Jadi, skenarionya begini: penambalan darurat akan terus dilakukan selama musim hujan. Perbaikan permanen yang lebih menyeluruh baru akan digelar nanti, saat cuaca sudah lebih bersahabat dan musim kemarau tiba. Pola ini memang sudah jadi rutinitas tahunan. Yang penting, lubang tak dibiarkan menganga terlalu lama.
Artikel Terkait
Lubang di Jalan RE Martadinata Tewaskan Perempuan Pengendara Motor
260 Perwira Muda Lulusan Intelijen hingga Siber Resmi Diambil Sumpah Panglima TNI
Tokoh Muhammadiyah Ingatkan Prabowo: Waspada Siasat Licik di Balik Dewan Perdamaian Gaza
Daan Mogot Kembali Dilalui, Sisa Genangan 10 Cm Mengingatkan Bahaya