Musim hujan kali ini memang keras. Intensitasnya tinggi, dan dampaknya langsung terasa di badan-badan jalan Ibu Kota. Tercatat, sudah sekitar 6.000 titik jalan berlubang yang berhasil ditangani oleh Pemprov DKI Jakarta sejak hujan mengguyur. Penanganan darurat ini, meski bersifat sementara, dianggap krusial untuk menjaga keselamatan para pengendara.
“Yang udah kita tangani, udah kita TL (tindak lanjut) ada 6.000-an (titik),”
kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, Kamis lalu. Ia ditemui usai rapat di Balai Kota.
Menurutnya, angka itu jelas menunjukkan peningkatan kerusakan dibanding akhir tahun lalu. Penyebab utamanya tak lain adalah curah hujan yang jauh lebih lebat. “Jadi memang ada peningkatan jalan rusak, jalan berlubang, dibanding Desember tahun 2025,” ujar Heru. Namun begitu, ia menegaskan bahwa proses perbaikannya berjalan terus. Begitu ada laporan masuk dari warga, tim langsung bergerak. “Kita berjalan terus. Begitu ada lubang tutup, ada lubang tutup,” tegasnya.
Nah, soal material perbaikan, Heru memberikan penjelasan yang cukup menarik. Ternyata, sampai saat ini belum ada jenis aspal yang benar-benar kebal.
“Memang untuk aspal, ya itulah aspal ini kalau terkena air dia memang melemahkan lah, ikatannya semakin berkurang. Jadi kalau ada aspal khusus atau tidak, ini sampai saat ini belum ada yang bisa membuat aspal yang tahan terhadap hujan, genangan, kemudian dilintasi kendaraan sehingga terjadi pumping,”
Artikel Terkait
Lubang di Jalan RE Martadinata Tewaskan Perempuan Pengendara Motor
260 Perwira Muda Lulusan Intelijen hingga Siber Resmi Diambil Sumpah Panglima TNI
Tokoh Muhammadiyah Ingatkan Prabowo: Waspada Siasat Licik di Balik Dewan Perdamaian Gaza
Daan Mogot Kembali Dilalui, Sisa Genangan 10 Cm Mengingatkan Bahaya