Dampaknya ke daerah? Cukup signifikan. Kabupaten-kabupaten yang jadi sentra sawit biasanya punya pertumbuhan ekonomi lebih kencang. Kemiskinan di pedesaan pun turun lebih cepat dibanding daerah yang tak ada sawitnya.
Lalu, ada lagi satu poin strategis: energi. Presiden Prabowo punya visi kemandirian energi, dan sawit adalah salah satu pilar utamanya. Sebagai bahan baku biofuel, ia bisa mengurangi ketergantungan kita pada impor BBM fosil.
Trend global ke depan jelas mengarah ke energi terbarukan. Nah, kita punya aset besar di Papua sumber daya yang bahkan mungkin membuat negara lain iri.
Namun begitu, semua potensi manfaat tadi seringkali tenggelam oleh satu narasi yang dominan: kerusakan lingkungan. Isu deforestasi selalu jadi momok. Padahal, sebenarnya tak harus ada pertentangan antara sawit dan kelestarian alam. Keduanya bisa berjalan beriringan.
Kuncinya ada di tangan pemerintah. Regulasi dan protokol lingkungan harus ditegakkan dengan benar dan konsisten. Jika itu dilakukan, praktik perkebunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bukanlah mimpi.
Kalau semua berjalan baik, hasilnya bisa kita lihat: masyarakat Papua sejahtera, lingkungan tetap terjaga, perekonomian daerah maju, dan negara pun punya pondasi energi yang lebih mandiri.
Bukankah itu yang kita semua inginkan?
Artikel Terkait
Video Call Saat Nyetir, Seorang Perempuan Tabrak Lari Pekerja Jalan hingga Tewas
Pesta Miras di Tepi Sungai Berujung Tragis, Pemuda Tewas Terseret Arus
Masjid Kampus dan Ancaman Penjinakan Birokrasi
Deddy Corbuzier Bergerak, Siapkan Gerai Usaha untuk Kakek Penjual Es Gabus