Harus diakui, dalam perang narasi ini, Damai terlihat ketinggalan jauh. Ia jarang tampil membela kasus ijazah di depan publik. Baru muncul setelah gemuruh SP3 ini. Narasinya pun, jujur saja, kalah tajam dan kurang meyakinkan.
Di sisi lain, Ahmad Khozinudin justru terlihat sangat dominan. Ia penyerang yang handal, determinan. Eggi Sudjana yang lebih senior pun kewalahan menghadapinya. Faktanya, kasus ijazah ini masih bertahan sampai hari ini ya karena dua orang ini: Roy Suryo dengan keahlian teknisnya dan Ahmad Khozinudin dengan pembelaan serta serangannya yang tak kenal lelah. Mereka konsisten, dan sepertinya sulit diiming-imingi apa pun.
Nah, soal laporan balik ini, timbul pertanyaan. Murni dari mereka atau ada ‘pesanan’? Rumor tentu mudah beredar di situasi seperti ini. Tapi yang jelas, langkah Eggi dan Damai ini terasa tanggung. Kalau mau pindah kubu, ya terang-terangan saja. Bergabung dengan pihak Jokowi misalnya. Dengan hanya melaporkan mantan sekutu sambil diam-diam berdamai, mereka justru terjebak di wilayah abu-abu.
Dalam polarisasi politik yang tajam sekarang, posisi seperti itu merugikan sendiri. Panggung mereka akan menyempit. Perlahan-lahan, bisa saja dilupakan orang, atau dikenang dengan kesan negatif. Sayang sekali jika itu terjadi di usia mereka yang tak lagi muda.
Jadi, siapa yang diuntungkan? Jelas Jokowi. Interupsi lewat SP3 ini sukses besar. Ia berhasil mengalihkan isu dan sekaligus memecah belah lawan-lawannya. Sidang publik terhadap dirinya terhenti sejenak.
Tapi nanti dulu. Banyak pihak pasti akan mengingatkan: jangan sampai terlena. Fokus harus kembali ke masalah utamanya. Soal ijazah itu sendiri. Seperti kata komedian Tukul Arwana di suatu masa, “Kembali ke laptop!”. Waktunya kembali ke substansi, sebelum semuanya benar-benar tenggelam dalam hiruk-pikuk saling lapor.
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Sertifikat Gratis untuk Korban Bencana Jadi Fokus Pertemuan Malam Sekretariat Kabinet
Izin Dicabut, Operasi Tetap Jalan: Kritik Pedas untuk 28 Perusahaan Pasca-Longsor
Hujan Deras Pagi Ini Lumpuhkan Rute Transjakarta
Rektor UGM Dikoreksi Sendiri: Dua Versi Kelulusan Jokowi dalam Video Resmi