tambah AKP Sapri. Arpan pun melaporkan penganiayaan ini ke polisi untuk ditindaklanjuti.
Video itu sendiri beredar luas di Instagram, diunggah oleh akun @fakta.indo. Dalam sehari, tayangannya sudah mencapai puluhan ribu. Warganet pun ramai-ramai memberi komentar, kebanyakan mengecam keras aksi si pelaku.
Ini bukan kasus pertama. Sebelumnya, di Jambi, seorang guru SMK juga dikeroyok murid-muridnya sendiri. Pemicunya sepele: sang guru, Agus Saputra, menampar seorang siswa yang dianggap berkata kasar. Murid-murid lain yang melihatnya lalu balik mengeroyok sang guru, yang mereka anggap arogan.
Dua kasus ini, meski detailnya berbeda, punya benang merah yang sama: eskalasi kekerasan yang cepat dan memprihatinkan di lingkungan yang seharusnya aman. Polisi masih mendalami kasus di Luwu Utara ini. Sementara itu, di media sosial, gelombang keprihatinan terus mengalir.
Artikel Terkait
Born to Run: Kisah Dua Keluarga yang Bangkit dari Reruntuhan Kecelakaan
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung
Gus Ipul Tinjau SRMA, Dengar Langsung Kisah Murid yang Hidupnya Berubah
Anggota DPRD Kupang Ditahan, Terancam Pasal KDRT dan Perlindungan Anak