"Gini, eh partai Golkar itu kan partai yang inklusif," ujarnya.
"Partai Golkar itu milik semua rakyat dan karena itu setiap kader mempunyai hak yang sama."
Pernyataan ini ia sampaikan sembari menyinggung isu kesetaraan gender. Isu itu, menurut Bahlil, sudah lama mengemuka dalam percakapan politik nasional. Nah, dalam semangat itulah Golkar mengambil langkah berikutnya.
Mereka menempatkan Sari Yuliati untuk menggantikan posisi Adies Kadir di DPR. Bahlil terlihat cukup bangga dengan keputusan ini.
"Bagi Golkar itu sesuatu yang baik," tandasnya.
"Dan kita tidak tanggung-tanggung menempatkan bukan lagi pimpinan komisi, langsung pimpinan DPR, ya."
Artikel Terkait
Di Balik Forum Perdamaian: Ketika Diplomasi Indonesia Justru Mengukuhkan Penjajahan
Tim SAR Temukan Dua Korban Longsor Cisarua di Tengah Hujan dan Ancaman Longsor Susulan
Jadi Petani Bukan Jawaban: Saat Metafora Mengalihkan dari Krisis Keadilan
Di Balik Kursi Dewan Perdamaian: Diplomasi Indonesia Terjebak dalam Rencana AS-Israel?