Ia menyebut mulai dari wali kota dan penyelenggara negara, pejabat lain, ASN, bahkan sampai jaksa. Tak ketinggalan, ada pula pihak korporasi yang terjerat.
Dari sisi jenis kelamin, mayoritas pelakunya adalah laki-laki. Jumlahnya cukup banyak. Sisanya, tentu saja, perempuan.
Lalu, modus seperti apa yang paling sering muncul? Ternyata, pengadaan barang dan jasa masih menjadi primadona para koruptor. Di sisi lain, praktik gratifikasi dan pemerasan juga banyak ditemukan.
"Selain itu, ada juga tindak pidana pencucian uang," tambah Setyo, melengkapi penjelasannya.
Secara geografis, wilayah pemerintahan pusat menjadi area dengan kasus terbanyak, yaitu 46 perkara. Daerah-daerah lain menyusul di belakangnya. Data ini, meski terkesan kering, memberi gambaran nyata tentang di mana kita sedang berdiri dalam perang melawan korupsi. Masih panjang, rupanya.
Artikel Terkait
Remaja 16 Tahun Tewas Ditusuk Saat Bela Teman dari Aksi Perundungan di Anyer
Permintaan Maaf dan Bantuan Berdatangan untuk Penjual Es Kue yang Pernah Dianiaya
KPK Ungkap Kendala Operasi Tangkap Tangan di Tengah Modus Korupsi yang Makin Canggih
Polisi Selidiki Peredaran Gas Tertawa Usai Diduga Tewaskan Influencer