Tapi itu belum selesai. Di dalam kamar, pandangannya tertuju pada sebuah gunting. Tanpa pikir panjang, gunting itu dihunuskannya berulang kali ke leher dan perut mertuanya. Hasil autopsi kemudian mengungkap kebrutalan itu: luka iris di leher dan tanda mati lemas. Semua luka itu didapat korban saat masih bernafas.
Lantas, bagaimana kasus ini terbongkar?
Semuanya berawal dari kecurigaan suami NV, yang juga anak kandung korban. Pulang dari mengantarkan bebek sekitar pukul sepuluh malam, ia merasa ada yang janggal. Sepeda listrik yang biasanya ada di depan rumah raib. Saat masuk, pemandangan mengerikan menyambutnya: ibunya terbaring tak bernyawa di kamar. Istrinya dan anak mereka yang masih balita sudah menghilang.
Dia segera melapor ke Polsek Wonodadi. Jejak pelarian NV tidak berlangsung lama. Berkat koordinasi dengan Polres Tulungagung dan laporan warga melalui Call Center 110, polisi berhasil menangkapnya hanya dalam waktu 2,5 jam setelah kejadian. Perempuan asal Tangerang itu kini ditahan di Mapolres Blitar Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Proses penyidikan masih terus digali. NV terancam hukuman berat, dijerat pasal pembunuhan dalam KUHP. Sebuah akhir yang tragis dari sebuah hubungan keluarga yang seharusnya penuh dengan kehangatan.
Artikel Terkait
Kapolri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Cak Imin Prihatin, Bupati Cilacap Tersangka KPK Diduga Targetkan Dana Rp750 Juta
Andrea Kimi Antonelli Raih Kemenangan Perdana F1 di Shanghai, Mercedes Dominasi Podium
Lebih dari 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air