Di Bondowoso, Jawa Timur, awal pekan ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Sudaryati Deyang punya pesan penting untuk para mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong mereka untuk melibatkan kantin sekolah dan pedagang setempat dalam menyuplai kebutuhan dapur program tersebut. Tujuannya jelas: selain memastikan anak-anak dapat gizi yang baik, pelaku usaha lokal juga tetap dapat merasakan manfaat ekonominya.
"Kepada para mitra SPPG, yang ngeluh kantinnya mati, tolong order roti dan sebagainya, bisa bakso, bisa nugget, ke kantin-kantin sekolah," ujar Nanik dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda dan sejumlah pihak terkait, Senin (26/1).
Menurutnya, keterlibatan orang tua murid dalam proses pembuatan makanan juga sangat mungkin dilakukan. Dengan begitu, program ini bisa benar-benar menyentuh akar rumput.
Kebijakan ini bukan sekadar gagasan. Ia berangkat dari amanat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025. Pasal 38 peraturan itu secara khusus menyebut bahwa penyelenggaraan MBG harus memprioritaskan produk dalam negeri dan melibatkan usaha mikro, koperasi, hingga BUMDesa. Jadi, apa yang disampaikan Nanik sejalan dengan aturan yang ada.
Di sisi lain, peran mitra SPPG tak cuma sebagai penyedia bahan. Mereka diharapkan bisa berkolaborasi dengan pengawas gizi di tiap satuan untuk melakukan pelatihan dan pengawasan. Mulai dari standar gizi, cara pengolahan yang sehat, sampai menjaga higienitas makanan. Semua itu penting agar makanan yang sampai ke piring anak-anak benar-benar berkualitas.
Artikel Terkait
Granat Menghantam, Kendaraan Baja Selamatkan Wali Kota dari Maut
Melawan Ombak Danau Sentani Demi Kirimkan Makanan Bergizi ke Pulau-pulau Terpencil
Potongan Video Prabowo Soal Israel Beredar, Padahal Pernyataan Lengkapnya Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Foto Perbandingan Rapat Kabinet: Pelajaran untuk Generasi Muda yang Nanti Memegang Tampuk