Kontroversi Eggi Sudjana: Pecat Kawan, Lapor Lawan

- Rabu, 28 Januari 2026 | 07:25 WIB
Kontroversi Eggi Sudjana: Pecat Kawan, Lapor Lawan

Jujur saja, main pecat dan main lapor bukanlah karakter seorang petarung sejati. Itu lebih mirip bentuk kegelisahan seseorang yang terdesak oleh kenyataan pahit. Dia pasti tak menyangka akan berada di posisi seperti ini.

Sebenarnya, kalau BES yakin dirinya dikriminalisasi, berjuang saja secara gigih. Advokat yang menangani kasus terkait kan tidak boleh sembarangan dilaporkan. Ada jalan hukum yang bisa ditempuh, seperti praperadilan atau eksepsi di pengadilan. Tidak akan langsung dipenjara kok, untuk apa takut?

Belum lagi kalau kita bicara soal perlindungan Allah. Keyakinan akan hal itu mestinya memberikan kekuatan yang lebih dahsyat. Bukankah ayat Quran yang dibaca dan ditulis itu untuk diaplikasikan, bukan cuma supaya disebut hafidz atau alim?

Sulit membedakan, sih, ini siasat atau bentuk menyerah. Jangan sensitif dulu kalau ada yang menilai ini kekalahan. Itu konsekuensi dari sebuah pilihan. Soal sowan ke Jokowi di Solo di tengah-tengah proses perjuangan? Itu jelas sebuah fitnah. Dengan alasan apapun.

TPUA jangan sampai jadi Tim Pecat atau Pelapor Ulama dan Aktivis. Kalau iya, berarti Eggi telah bertindak sewenang-wenang dan melenceng dari khittah perjuangan untuk umat. Harusnya dia berbeda dengan Jokowi yang dianggapnya curang, pendusta, korup, bahkan otoritarian seperti Fir'aun.

Mirip seperti Fir'aun yang mengklaim diri pembela agama sambil berancang-ancang membunuh Nabi Musa. Seperti dalam firman-Nya, "...inni akhoofu an yubaddila diinakum..." (QS Mu'min: 26).

Butuh waktu lama bagi Eggi Sudjana untuk memulihkan nama baiknya. Semoga dia juga lekas sembuh dan pulih dari sakitnya. Syafahullah. Aamiin.

") Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Bandung, 28 Januari 2026


Halaman:

Komentar