INDRAMAYU – Situasi di Indramayu makin mencemaskan. Banjir yang melanda kabupaten ini terus meluas, dan hingga Selasa malam (27/1/2026) sudah empat kelurahan yang terendam. Curah hujan deras yang tak henti selama dua hari berturut-turut jelas jadi pemicu utamanya. Tapi, buruknya sistem drainase lokal membuat air tak punya tempat untuk mengalir, akhirnya membanjiri pemukiman warga.
Wilayah terparah masih di Kelurahan Margadadi, terutama di sekitar Perumahan Rumah Ningrat Satu. Di sana, genangan air masih setinggi satu meter, mengurung ratusan rumah. Kondisinya stagnan, seolah tak ada tanda-tanda surut dalam waktu dekat.
“Kondisinya makin tinggi, kami butuh bantuan makanan dan obat-obatan. Sampai sekarang belum ada perahu karet yang masuk ke titik terdalam,”
keluh Ervin, salah satu warga yang masih terjebak di Margadadi. Suaranya terdengar lelah lewat sambungan telepon.
Yang menarik, meski air sudah membahayakan, banyak warga memilih untuk tidak mengungsi. Mereka bertahan di lantai dua rumah atau mencari spot yang lebih tinggi di sekitar tempat tinggalnya. Rupanya, rasa khawatir akan harta bendalah yang membuat mereka enggan pergi. Mereka takut barang-barang yang tersisa hilang atau rusak lebih parah.
“Banyak barang berharga yang sudah rusak kena air, jadi kami pilih bertahan di sini untuk menjaga sisanya agar tidak hilang atau terbawa arus,”
kata Cecep, warga lain yang juga memilih bertahan. Pilihannya berat, antara keselamatan dan upaya menyelamatkan sisa-sisa penghidupan.
Di sisi lain, petugas gabungan yang berjaga terus mengimbau warga untuk waspada. Mereka meminta masyarakat segera mengungsi jika tiba-tiba debit air naik drastis. Ancaman lain yang tak kalah serius adalah korsleting listrik di rumah-rumah yang masih terendam, yang bisa memicu bahaya baru kapan saja. Sementara langit masih kelabu, ketegangan di empat kelurahan itu Margadadi, Kepandean, Karang Malang, dan Lemah Mekar terus berlanjut. Menunggu air surut, atau justru menunggu bantuan yang lebih konkret.
Artikel Terkait
774 Pelanggaran Disiplin Terjadi di Kemenimipas, Bolos Kerja Mendominasi hingga 42 Pegawai Dipecat
Mentan Amran: Capaian Pangan Nasional Tak Lepas dari Peran TNI, Stok Beras Capai Rekor 5,12 Juta Ton
KPK Soroti 27.969 Bidang Tanah di Sulsel Belum Bersertifikat, Rawan Konflik dan Korupsi
Warkop Dg Anas: Meja Kopi Sederhana yang Menjadi Titik Temu Para Legenda Makassar