Suasana di Polsek Kemayoran, Jakarta Pusat, sempat tegang Senin malam lalu. Di aula mako, dua aparat satu dari Polri, satu dari TNI berdiri dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Mereka, Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Serda Heri Purnomo, meminta maaf atas video viral yang menuding seorang penjual es hunkue jadul menggunakan spons sebagai bahan dagangannya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya,” ujar Ikhwan.
Ia menjelaskan, aksinya itu berawal dari laporan warga RW 05 Kelurahan Rawa Panjang yang khawatir. Ada dugaan makanan berbahaya beredar di sekitar mereka. Niatnya cuma satu: mengedukasi dan mencegah potensi bahaya. Tapi, langkahnya ternyata terlalu cepat. Ia mengakui, pemeriksaan laboratorium forensik belum sempat ditunggu. Akibatnya, kegaduhan tak terhindarkan.
“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini memengaruhi usaha beliau,” tambah Ikhwan, merujuk pada pedagang bernama Sudrajat. Ia menegaskan tak ada maksud mencemarkan nama baik. Hanya ingin masyarakat merasa aman.
Artikel Terkait
Di Balik Jarum Infus: Kisah Tiga Perempuan Menemukan Makna Hidup Melawan Kanker Payudara
Gajayana Terhenti Usai Tabrakan dengan Truk di Perlintasan Kebumen
Dari Tuduhan Es Gabus Palsu, Terkuak Rumah Ambruk dan Anak Putus Sekolah
Kobaran Api Hanguskan Pabrik Sandal di Medan, Diduga Bermula dari Korsleting