Dalam siaran televisi langsung, Takaichi berusaha meluruskan maksudnya.
Ucapnya, merujuk pada pernyataan kontroversialnya di parlemen beberapa bulan sebelumnya.
Ia lalu menjelaskan skenario yang mungkin terjadi.
Jelas sekali, Takaichi sedang berjalan di atas tali yang amat tipis. Di satu sisi, ia harus menjaga aliansi vital dengan Washington. Di sisi lain, ia tak bisa mengabaikan raksasa di seberang laut yang terus mengawasi setiap gerak-geriknya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Minta Pejabat Tak Gelar Open House Mewah Menjelang Lebaran 2026
Tim Hukum RRT Bubar, Roy Suryo dan Tifa Bentuk Advokat Baru Troya
DPRD Sulsel Desak Pemprov Segera Bayar Sisa Rp18 Miliar Ganti Rugi Lahan Stadion Sudiang
Refly Harun Duga Laporan Ijazah Jepang Paksa Rismon Sianipar Ajukan Restorative Justice