Sebelumnya, Dino sudah memaparkan analisisnya yang cukup detail. Ia menyoroti empat poin yang ia sebut sebagai 'lampu kuning' atau tanda peringatan. Poin-poin itu antara lain absennya penyebutan Palestina dalam piagam, kendali penuh Donald Trump yang berpotensi seumur hidup, dominasi Benjamin Netanyahu, serta kesan minim empati terhadap korban Gaza dalam operasi yang digelar di Jakarta.
Di sisi lain, ia juga menawarkan enam saran konkret. Selain soal bersikap kritis dan menyimpan opsi keluar, Dino mendorong Indonesia untuk berbagi pengalaman menyelesaikan konflik dalam negeri. Ia juga menekankan pentingnya ikut merumuskan aturan main untuk pasukan perdamaian ISF, mendorong solusi politik bukan bisnis serta terus menegaskan komitmen pada solusi dua negara untuk Palestina.
Pidatonya ditutup dengan sebuah pesan yang dalam: "Speak Truth to Power."
Artikel Terkait
Sutoyo Abadi Usulkan Pembubaran Tim Reformasi Polri Prabowo
Tiga Dekade Jualan Es Gabus di Kemayoran, Kini Sudrajat Pulang Karena Trauma
Ketua GP Ansor Bondowoso Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Seragam Rp1,2 Miliar
Islamic Centre Bekasi Terbengkalai 14 Tahun, Beralih Jadi Tempat Angker