Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Guncang Pucuk Pimpinan Militer

- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:48 WIB
Dua Jenderal Puncak China Diselidiki, Guncang Pucuk Pimpinan Militer

Dengan diselidikinya mereka berdua, peta kekuasaan di CMC jadi berubah drastis. Praktis, hanya tersisa dua figur aktif: Xi Jinping sebagai ketua, dan Zhang Shengmin sebagai wakil ketua. Nah, Zhang Shengmin ini sendiri punya peran ganda. Selain jenderal dari Pasukan Roket, dia juga duduk di lembaga antikorupsi tertinggi partai. Situasinya jadi makin rumit.

Guncangan ini bukan yang pertama. Sejak Oktober tahun lalu, setidaknya sembilan perwira tinggi sudah terjaring. He Weidong, yang dulu adalah wakil ketua CMC lainnya, lebih dulu dicopot. Menyusul kemudian nama-nama besar seperti mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu dan Wei Fenghe, serta eks Kepala Departemen Politik PLA, Miao Hua. Polanya jelas: pembersihan berlapis.

Media internasional seperti Reuters menyoroti betapa langka kasus setinggi ini. Mereka menyebutnya sebagai penyelidikan tertinggi di tubuh militer dan menilai aksi ini sebagai "pembersihan jenderal" paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Ibarat gempa, getarannya terasa ke seluruh lapisan komando.

Kedua jenderal ini sendiri baru menduduki posisi puncaknya pada Maret 2023, bersamaan dengan digelarnya Kongres Rakyat Nasional. Tidak sampai dua tahun menjabat, karir mereka sudah terancam runtuh. Sekarang, semua mata tertuju pada bagaimana partai akan mengakhiri kasus ini. Apa hasil penyelidikannya, dan dampak apa yang akan ditimbulkan pada kekuatan tempur China ke depannya.


Halaman:

Komentar