Di tengah riuh rendah Istora Senayan, Rabu (3/12) lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo punya pesan khusus untuk para buruh. Usai dilantik secara resmi sebagai Ketua Dewan Penasihat KSPSI, ia menyampaikan harapannya agar serikat pekerja menunjukkan kedewasaan.
“Saya selaku Kapolri dan sekaligus Ketua Dewan Penasihat, tentunya terus mengajak KSPSI untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi, dan keteladanan dalam menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Pesan itu bukan sekadar formalitas. Sigit menegaskan, buruh memang punya ruang untuk menyuarakan aspirasi. Tapi, ada satu hal yang tak boleh dilupakan: menjaga ketertiban. Menurutnya, iklim investasi harus tetap dijaga agar roda ekonomi nasional terus berputar.
“Buruh tetap boleh menyampaikan aspirasinya, namun tentu dalam koridor tetap menjaga ketertiban. Kalau tidak, kasihan Pak Kapolri,”
Kalimat terakhir itu disambut gelak tawa hadirin yang memenuhi ruangan. Namun, di balik candaannya, terselip pesan serius.
Ia bahkan menitip pesan untuk masa depan. Bahwa komitmen terhadap gerakan yang konstruktif ini harus tetap hidup, terlepas dari posisinya nanti.
“Kecuali sudah tidak jadi Kapolri. Ya, tetap jadi Kapolri ataupun nanti setelah tidak, kalau Pak Listyo Sigit masih jadi Ketua Dewan Penasihat, saya titip, gerakan buruh tetap berjalan secara tertib dan konstruktif. Setuju?” tanya Sigit.
“Setuju!”
Jawaban serempak itu menggema dari anggota KSPSI yang hadir dalam Rapimnas 2025 tersebut.
Di sisi lain, Sigit tak memandang remeh peran buruh. Ia menyebut mereka sebagai pilar penting perekonomian nasional yang perlu terus dirawat kesejahteraannya. Itulah mengapa, dalam forum yang sama, ia tak ragu menyatakan kesediaannya memimpin dewan penasihat.
“Oleh karena itu, hari ini saya menyetujui, di atas panggung ini, di hadapan rekan-rekan, untuk menjadi Ketua Dewan Penasihat KSPSI,”
Dengan langkah ini, seolah ada benang yang coba ditenun: antara tuntutan ketertiban dan hak bersuara, antara peran sebagai penjaga hukum dan mitra dialog. Hanya waktu yang bisa menjawab bagaimana keseimbangan itu nantinya benar-benar terwujud di lapangan.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Sempat Ambruk Jadi yang Terburuk se-Asia
Bayi 5 Bulan Tewas dalam Kecelakaan di Manado, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Andi Taletting Langi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA Politik Unhas Periode 2026-2030
Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perempatan Alun-Alun Purwodadi