Sayangnya, upaya menyelamatkan diri itu tak berhasil. Saat berlari ke rumah tetangga, pelaku terus mengejar. Bacokan kedua mengenai tangan korban. Luka parah yang diderita Sumarsono membuatnya tak sadarkan diri. Dia sempat dirujuk ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar jenazah RSD Soebandi Jember untuk proses otopsi.
Warga sekitar punya dugaan kuat soal pemicunya. Konflik ini diduga berakar dari sengketa batas tanah yang sudah lama mengendap di antara keduanya. Iptu Bagus Dwi Setiawan membenarkan hal itu.
“Memang terjadi sengketa batas tanah,” ucapnya singkat.
Namun begitu, polisi belum mau terburu-buru. Mereka masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Yang jelas, warga setempat menyayangkan kejadian ini. Keduanya masih bersaudara, namun berakhir dengan cara yang begitu mengenaskan.
Pelaku, BD, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kisah ini jadi pengingat pilu betapa sengketa sepetak tanah bisa memicu amarah buta, bahkan di antara keluarga sendiri.
Artikel Terkait
Tiga Pencuri TV Uya Kuya Divonis, Dua Langsung Bebas
Tito Karnavian Beri Tenggat, Bantuan Korban Bencana Sumatera Segera Cair
Bima Arya Soroti Strategi Licik Industri Rokok di Panggung APCAT Summit
Nyawa di Ujung Aspal: Kisah Para Penjaga Simpang di Jalur Cepat Bantul