Sayangnya, upaya menyelamatkan diri itu tak berhasil. Saat berlari ke rumah tetangga, pelaku terus mengejar. Bacokan kedua mengenai tangan korban. Luka parah yang diderita Sumarsono membuatnya tak sadarkan diri. Dia sempat dirujuk ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke kamar jenazah RSD Soebandi Jember untuk proses otopsi.
Warga sekitar punya dugaan kuat soal pemicunya. Konflik ini diduga berakar dari sengketa batas tanah yang sudah lama mengendap di antara keduanya. Iptu Bagus Dwi Setiawan membenarkan hal itu.
“Memang terjadi sengketa batas tanah,” ucapnya singkat.
Namun begitu, polisi belum mau terburu-buru. Mereka masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif pasti di balik aksi nekat tersebut. Yang jelas, warga setempat menyayangkan kejadian ini. Keduanya masih bersaudara, namun berakhir dengan cara yang begitu mengenaskan.
Pelaku, BD, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Kisah ini jadi pengingat pilu betapa sengketa sepetak tanah bisa memicu amarah buta, bahkan di antara keluarga sendiri.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional