Pandangan serupa datang dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Menurutnya, kajian terhadap e-voting patut dilakukan. Dia bahkan melihat potensi penghematan biaya yang cukup signifikan jika sistem itu diterapkan.
Namun begitu, Dasco tidak menampik adanya risiko. Meski banyak negara sudah memakai e-voting, masalah seperti rekayasa hasil pemilu kadang masih muncul. Dia menyebut, di beberapa tempat, ada kreativitas yang justru mengkhawatirkan.
Jadi, meski dukungan publik terlihat kuat, jalan menuju e-voting tampaknya masih panjang. Kajian dan kewaspadaan tetap menjadi kata kuncinya.
Artikel Terkait
Dari Sapu Jalanan ke Sarjana: Perjuangan Ulina Mengantar Anak ke Kampus
Rezeki Haram Rp81 Miliar di Kemnaker: Uang Pekerja Dibagi-bagi Pejabat
Gading Serpong Digerebek, Sindikat Love Scam Pakai AI dan Model Asing Terbongkar
Dokter Gadungan dan 48 Transfer dalam Sehari: Kisah Pilu Via, Korban Love Scam Rp220 Juta