Stasiun Pasar Senen mulai ramai. Suasana itu sudah terasa beberapa hari terakhir, menandai gelombang awal para pemudik yang bersiap pulang kampung. Keriuhan ini tentu saja jadi berkah tersendiri bagi para porter yang bekerja di sana. Bagi mereka, momen menjelang Lebaran adalah puncak kesibukan saat penghasilan bisa melonjak drastis.
Asman, seorang porter berusia 44 tahun, mengiyakan. “Kalau lagi ramai banget seperti jelang Lebaran, sehari bisa sampai Rp500.000,” ujarnya saat ditemui Kamis lalu.
Menurutnya, lonjakan itu wajar. Jumlah penumpang yang membludak otomatis meningkatkan permintaan jasa mereka. Sekarang, caranya pun beragam. Banyak penumpang yang sudah memesan bantuan porter lewat aplikasi e-porter yang tersedia di stasiun. Tarifnya pun sudah ditetapkan, sekitar Rp38.000 untuk sekali antar barang dari pintu masuk ke ruang tunggu atau peron.
“Kalau lewat aplikasi sudah ada tarifnya,” kata Asman.
Namun begitu, tak sedikit juga yang memesan langsung di lokasi. Nah, dari sini kadang dapat kejutan. Beberapa penumpang, terutama yang membawa barang banyak atau merasa sangat terbantu, kerap memberi bayaran lebih dari tarif standar. “Kalau pesan langsung kadang ada yang ngasih lebih,” tutur Asman sambil tersenyum.
Dalam hari-hari biasa, Asman mungkin hanya melayani tiga sampai lima penumpang. Tapi di musim seperti sekarang, kliennya bisa membengkak. “Kalau lagi ramai bisa sampai belasan orang,” ujarnya. Bayangkan saja, dengan tarif rata-rata Rp38.000 hingga Rp40.000 per layanan, kalkulasi penghasilan hariannya memang bisa mencapai angka ratusan ribu.
Artikel Terkait
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Baru Terjual 65%, Masih Tersedia 377 Ribu Kursi
Real Madrid Hantam Elche 4-1, Tekan Barcelona di Puncak Klasemen
Depok Liburkan CFD Dua Minggu Sambut Idulfitri
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Rp25.000 per Gram