“Soalnya, kalau rumah dokternya berantakan, ya mereka juga enggak bisa kerja dengan baik.”
Saat ini, pencairan dana tambahan itu masih ditunggu. Sambil menunggu proses birokrasi, Kemenkes mengandalkan bantuan dari pihak swasta yang sudah mengalir. Donasi dari mereka, kata Budi, sudah mencapai Rp 118 miliar. “Jadi sisanya sedikit sambil menunggu anggaran. Supaya bisa lebih cepat,” ucapnya.
Persoalan lain yang muncul adalah sarana transportasi. Layanan medis sangat bergantung pada kendaraan operasional, dan kondisi di lapangan memprihatinkan.
“Mobil kan rusak semua di sana, termasuk ambulans,” katanya.
“Ambulans-ambulans itu jumlahnya 212 unit. Kita minta bantuan lah, merek-merek terkait untuk membenahinya. Ada yang bisa diperbaiki di tempat, ada juga yang harus dibawa ke Medan untuk turun mesin.”
Dengan segala kompleksitas itu, Budi punya target yang jelas. Ia berharap semua fasilitas kesehatan yang terdampak bisa berfungsi normal kembali pada Maret 2026.
“Target kami, di bulan Maret nanti, semua fasilitas kesehatan sudah beroperasi normal,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Warga Geram: Penjambretan Terjadi, Polisi Tak Ada, Rakyat Malah Jadi Tersangka
Kapolri Tegaskan Dukungan untuk Anti-SLAPP, Aktivis Lingkungan Tak Lagi Dihantui Gugatan Strategis
Amien Rais Desak Prabowo Lepas Bayang-Bayang Jokowi dan Berantas Mafia
Hadapi Begal? Ini Pesan Nabi yang Jarang Diketahui