Senayan kembali menjadi pusat perhatian pada Senin (26/1) lalu. Di dalam Kompleks Parlemen, Komisi I DPR mengadakan sebuah rapat kerja yang cukup khusus. Mereka duduk bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Tak ketinggalan, para kepala staf TNI juga hadir memenuhi undangan.
Agendanya jelas: membahas apa yang sudah dicapai, plus rencana kerja ke depan untuk Kemhan dan TNI. Tapi ada satu hal yang langsung mencuri perhatian. Rapat ini digelar secara tertutup, jauh dari sorotan media dan publik.
Ketua Komisi I, Utut Adianto, yang membuka pertemuan itu langsung menyampaikan permohonan khusus. Ia beralasan, materi yang akan dibicarakan punya bobot strategis dan sangat sensitif.
Permintaan itu pun disepakati bulat oleh seluruh peserta yang hadir. Setelah itu, dengan diiringi ucapan basmalah, Utut secara resmi menyatakan rapat dibuka dan tertutup untuk umum.
Artikel Terkait
Ketika Menolong Jadi Perkara: Dilema Warga di Balik Kasus Begal Sleman
Tiga Fraksi Kunci DPR Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
Novel Bamukmin Diperiksa Polisi sebagai Pelapor Kasus Pandji Pragiwaksono
Kodam III/Siliwangi Telusuri Kabar 23 Prajurit Terdampak Longsor Cisarua