Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:36 WIB
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban

Sabtu (24/1) pagi, suasana di lokasi longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih tegang. Di tengah hiruk-pikuk petugas dan pengungsi, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya turun langsung meninjau. Dari sana, ia menyampaikan kabar yang sedikit meringankan: warga yang rumahnya hancur atau terdampak akan mendapat bantuan insentif hunian sementara. Kurang lebih untuk dua bulan ke depan.

“Tapi kami mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur mengambil inisiatif,” ujar Bima Arya.

Ia melanjutkan, “Karena ini warga kan ada dua kategori. Ada yang terdampak langsung, yang rumahnya tertimbun, dan ada yang rumahnya masih ada. Pak Gubernur mengambil langkah cepat supaya tidak apa namanya… ada pengungsian di sini, mereka diberikan insentif begitu ya untuk hunian sementara selama dua bulan kira-kira.”

Rencananya, pemerintah daerah akan segera mencari lokasi hunian sementara itu. Ini sebagai masa transisi sebelum keputusan lebih permanen diambil. “Sehingga tadi saya sampaikan bahwa mereka akan sesegera mungkin mencari hunian sementara itu selama dua bulan, sebelum nanti diambil apa langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya.

Namun begitu, Bima Arya memastikan koordinasi tetap berjalan. “Tapi kami akan memastikan berkoordinasi terus dengan Pak Bupati apabila memang masih ada warga yang belum mendapatkan hunian sementara, tentu kita tampung tetap di lokasi ini. Apabila ada kebutuhan-kebutuhan logistik, obat-obatan, dan lain-lain.”

Selain soal tempat tinggal, ada satu hal lagi yang jadi perhatian serius: cuaca. Proses pencarian korban yang masih hilang sangat bergantung pada faktor ini.

“Yang kedua, memang harus diantisipasi cuaca,” katanya dengan nada serius.

“Saat ini kami mendapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan, berpusat di daerah ini agar cuacanya kondusif untuk dilakukan evakuasi warga yang masih belum ditemukan.”

Bencana ini terjadi di lereng Gunung Burangrang, menerjang pada dini hari yang gelap. Hujan deras yang mengguyur sejak malam diduga jadi pemicu utamanya. Data terbaru dari BPBD Jawa Barat menyebutkan sedikitnya 30 rumah terdampak. Satu di antaranya rusak parah.

Korban jiwa yang meninggal dunia tercatat sepuluh orang. Sementara itu, pencarian masih berjalan dengan intensif. Hingga kini, 82 warga lainnya masih dalam status hilang dan dicari oleh petugas gabungan. Sedangkan sekitar 400 orang lebih telah berhasil dievakuasi ke titik-titik pengungsian yang aman.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar