Tim SAR Berjuang di Tengah Hujan dan Lumpur Tebal Evakuasi Korban Longsor Bandung Barat

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 18:24 WIB
Tim SAR Berjuang di Tengah Hujan dan Lumpur Tebal Evakuasi Korban Longsor Bandung Barat

Cuaca di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, benar-benar tak bersahabat. Hujan turun tiba-tiba, lalu reda sebentar, sebelum kembali mengguyur. Kondisi ini jelas mempersulit upaya tim SAR yang sudah berjuang di medan berlumpur untuk mencari korban longsor.

“Kita tidak pernah tahu,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, di lokasi kejadian Sabtu lalu.

“Bisa terjadi longsoran air yang membawa material tanah kapan saja. Material yang menimbun korban adalah lumpur bercampur air, bukan tanah kering. Kami terkendala cuaca, kita bisa sama-sama lihat sebentar terang sebentar hujan.”

Menurutnya, lumpur yang tebal dan basah itu jadi kendala utama. Bukan cuma menghambat pergerakan, tapi juga membuat proses pencarian jadi jauh lebih berat. Mereka sedang fokus membuka akses jalan dulu, biar evakuasi bisa jalan dengan lebih aman nantinya.

Di hari pertama ini, tim sudah melakukan asesmen di sejumlah titik. Rencananya, area pencarian akan dibagi-bagi ke beberapa lokasi supaya lebih terarah.

“Untuk hari pertama kami sudah melakukan asesmen terhadap lokasi terdampak. Ada beberapa titik yang nantinya akan dibagi dalam proses pencarian,” jelas Ade.

Soal alat berat? Sampai saat ini belum bisa diturunkan. Medannya terlalu riskan, becek, dan licin. “Melihat medan yang berlumpur, alat berat tidak memungkinkan untuk turun saat ini,” tegasnya.

8 Orang Tewas, Puluhan Masih Dicari

Bencana yang dipicu hujan deras ini memang memilukan. Data terakhir dari BNPB menyebutkan, 8 orang meninggal dunia. Sampai pukul 10.30 WIB, masih ada 82 warga yang belum ditemukan.

Material longsoran dari lereng itu langsung menimbun permukiman warga di Kampung Babakan Cibudah, Cisarua.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan total ada 113 jiwa terdampak. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil selamat.

“23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa,” katanya dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, pendataan untuk rumah-rumah yang rusak atau tertimbun masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Situasinya masih dinamis, dan pencarian terus berlanjut meski dihantam cuaca buruk.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar