Cuaca di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, benar-benar tak bersahabat. Hujan turun tiba-tiba, lalu reda sebentar, sebelum kembali mengguyur. Kondisi ini jelas mempersulit upaya tim SAR yang sudah berjuang di medan berlumpur untuk mencari korban longsor.
“Kita tidak pernah tahu,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, di lokasi kejadian Sabtu lalu.
“Bisa terjadi longsoran air yang membawa material tanah kapan saja. Material yang menimbun korban adalah lumpur bercampur air, bukan tanah kering. Kami terkendala cuaca, kita bisa sama-sama lihat sebentar terang sebentar hujan.”
Menurutnya, lumpur yang tebal dan basah itu jadi kendala utama. Bukan cuma menghambat pergerakan, tapi juga membuat proses pencarian jadi jauh lebih berat. Mereka sedang fokus membuka akses jalan dulu, biar evakuasi bisa jalan dengan lebih aman nantinya.
Di hari pertama ini, tim sudah melakukan asesmen di sejumlah titik. Rencananya, area pencarian akan dibagi-bagi ke beberapa lokasi supaya lebih terarah.
“Untuk hari pertama kami sudah melakukan asesmen terhadap lokasi terdampak. Ada beberapa titik yang nantinya akan dibagi dalam proses pencarian,” jelas Ade.
Soal alat berat? Sampai saat ini belum bisa diturunkan. Medannya terlalu riskan, becek, dan licin. “Melihat medan yang berlumpur, alat berat tidak memungkinkan untuk turun saat ini,” tegasnya.
Artikel Terkait
Banjir Bandang Porak-Porandakan Kawasan Wisata Guci, Akses Utama Terputus
Bayi-bayi Pengungsi Longsor Cisarua Bertarung Melawan Dingin yang Menusuk Tulang
Lula Kecam Ambisi Trump: Ingin Kuasai PBB Baru Sendiri?
Reformasi yang Gagal: Akar Masalahnya Bukan di Sistem, Tapi di Akhlak